Bismillah...
“Apakah cinta sejati itu? Maka jawabannya, dalam kasus kau ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya...Aku tahu kau akan protes, bagaimana mungkin? Kita bilang cinta itu sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah dipahami oleh pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya.”
“Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya.
Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”
“Apakah cinta sejati itu? Maka jawabannya, dalam kasus kau ini, cinta sejati adalah melepaskan. Semakin sejati perasaan itu, maka semakin tulus kau melepaskannya...Aku tahu kau akan protes, bagaimana mungkin? Kita bilang cinta itu sejati, tapi kita justru melepaskannya? Tapi inilah rumus terbalik yang tidak pernah dipahami oleh pecinta. Mereka tidak pernah mau mencoba memahami penjelasannya.”
“Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya.
Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”
"Orang-orang yang merindu, namun tetap menjaga kehormatan perasaannya, takut sekali berbuat dosa, memilih senyap, terus memperbaiki diri hingga waktu memberikan kabar baik, boleh jadi doa-doanya menguntai tangga yang indah hingga ke langit. Kalaupun tidak dengan yang dirindukan, boleh jadi diganti yang lebih baik"
I just discovered this cool author from Sumatera whose writing kind of resonate with me.. Eseh!
I was reading an old post back from 2012 just now...
"After all these years, I learnt to stand again. I manage to collect love, trust and hope from where I've dropped them and placed them along with honesty, loyalty, patience and respect in a small box. I wrapped it and tied a nice pink ribbon to it.. It's a small gift but very dear to me that I don't want it to be in the wrong hands. I'm waiting for that someone who can accept me for who I am, who has the urge to go extra mile and get what's behind the door. I'll hand him the gift in hope that what's inside can grow and grow while they're in his hands. I'll be patiently waiting.. And while I wait, I won't waste my time feeling sorry for myself and fret. I have the whole world to explore! I want to see the small, medium size and big wonders of the world while I am still able to and given the chance to because I'll never know when it'll be taken away from me again..."
Typically, as years passed, the 'question' didn't really subside. It gotten more intense, even from strangers. It's just that I adapted to it so much that I don't bother anymore. My cousin who just turned 26 said to me, "Kenapala jodoh kita lambat ni ah?" I shrugged and told her I don't really think about it anymore because I know it's not in my control..
I still don't like it when people assumed that I'm being too choosy. Well, I have the right to choose wisely and not succumb to anything less than what I deserve just for the sake of having someone in my life. One thing I noticed is that those who saw how I crumbled years ago seem to understand me better.. One of my ex room mate text me. "Choose wisely.. In marriage it's not always rainbows, GG" But having people giving you a list of names of potential suitors is not as painful as when someone you really like so much said it, though. It has always been in my nature to keep myself in a safe distance between someone that I'm fond of. I'm not the type who play around. And it has always been in my nature to let go and not force it if it's not mutual. I don't mind losing early in a battle that I might eventually lose. Because..
"Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Termasuk "kebetulan-kebetulan' yang menakjubkan."
